Kamis, 17 Januari 2013

Surat dari Selingkuhan Bikin Pejabat China Terjungkal



Surat dari Selingkuhan Bikin Pejabat China Terjungkal - Seorang pejabat senior China kehilangan jabatan, lapor media pemerintah negara itu, setelah seorang kekasih yang dicampakkannya membeberkan hubungan mereka secara rinci dalam sebuah tulisan sepanjang 100.000 karakter di media online.

Pejabat itu bernama Yi Junqing. Jabatannya setara wakil menteri. Kabar tentang pencopotannya muncul setelah para pemimpin baru Partai Komunis yang berkuasa menyatakan perang terhadap korupsi dan media pemerintah membeberkan berbagai skandal seks dan skandal lainnya.

Yi, yang memimpin biro kompilasi dan terjemahan partai dan diduga telah berselingkuh dengan seorang peneliti, "telah dipecat dari jabatannya karena 'gaya hidup yang tidak pantas'" lapor kantor berita Xinhua, Kamis (17/1), yang mengutip para pejabat yang tidak disebutkan namanya. Xinhua tidak merinci tentang ketidakpantasan tersebut.

Akun dari terduga selingkuhannya, yang bernama Chang Yan, bisa dilihat di situs-situs luar negeri tetapi telah dihapus dari situs China. Yang kini ada dalam situs China hanya sebuah posting-an permintaan maaf yang ditandatangani perempuan itu.

"Saya menderita depresi serius.. dan tenggelam dalam kondisi delusi dan bahkan fantasi," bunyi pernyataan permintaan maaf itu, merujuk pada tekanan pekerjaan yang berat.

Dalam akunnya yang menggambarkan perselingkuhan itu, Chang menyatakan Yi telah mentransfer uang sebesar 100.000 yuan (sekitar Rp 155 juta) ke rekening bank Chang dan mereka membaginya setelah Chang mengambil uang itu bersama rekan kerja yang lain.

Chang juga menceritakan pesan teks dan percakapan mereka yang lainnya, mulai dari perbincangan tentang politik hingga soal perasaan di mana Yi mengatakan dia menangis haru karena ketulusan cinta Chang terhadapnya.

Sejak mulai memimpin pada November lalu, para pemimpin China untuk dekade berikutnya telah menekankan bahwa korupsi merupakan momok. Ketua partai yang baru, Xi Jinping, mengatakan korupsi bisa "membunuh partai dan negara".

Dalam barisan para pemimpin baru itu, Wang Qishan, seorang perencana ekonomi dan negosiator perdagangan terkemuka, menjadi pejabat yang bertugas memerangi korupsi. Namun para analis mengatakan reformasi dari atas-ke-bawah itu tetap jauh dari harapan. Korupsi di kalangan para pejabat berpangkat rendah kadang-kadang terungkap oleh rakyat China melalui media sosial tetapi diskusi online tentang para pemimpin senior secara rutin disensor.

Sejumlah laporan media asing tahun lalu tentang kekayaan besar yang dikumpulkan sejumlah keluarga pejabatan tinggi China dihapus dari internet dan situs web media-media itu diblokir di China.

Pada saat bersamaan, ada parade para pejabat tingkat rendah yang telah dipermalukan di media dalam negeri, termasuk seorang pejabat yang diduga telah menjadikan dua perempuan kembar sebagai simpanan dan seorang lain yang dipecat setelah video adegan seks dengan gundiknya tersebar secara online.
 
Sumber :
AFP
Editor :
Egidius Patnistik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar